Aku beruntung sekali dapat mengenal seorang kawan Indonesia yang lebih dahulu tinggal di Denmark. Namanya Nita Sjøstrøm
Dari Nita aku banyak mendapatkan info-info penting berkaitan dengan kehidupan di Denmark, seperti urusan ijin tinggal, sekolah bahasa hingga di mana dapat membeli tiket terusan untuk bis kota. Aku bertemu dan berkenalan dengannya sekitar dua tahun yang lalu, ketika KBRI di Denmark mengadakan pameran dan pasar murah dalam rangka 17 Agustus-an. Sejak saat itu kami secara intens menjalin komunikasi melalui email atau facebook.
Kemarin kami bertemu di apartemennya. Bertemu teman sebangsa menjadi sesuatu yang sangat istimewa, maklum mulut ini kangen bicara bahasa ibu. Kami berbincang sekitar satu jam tentang kabar masing-masing. Dia banyak bercerita tentang pengalamannya di sekolah bahasa Danish: "Nanti di kelas, walaupun baru mulai, ga ada tuh ceritanya gurunya pake Bahasa Inggris sebagai selingan. Waktu gue dulu baru masuk gurunya langsung nyerocos pake Bahasa Danish, yang ada gue melongo abis", ceritanya menjawab pertanyaanku apakah nanti di kelas kita dibolehkan berbahasa Inggris. Menurutnya cara seperti itu malah akan mempercepat proses penguasaan bahasa Danish karena kita 'dipaksa' untuk memahami. Nita sendiri Juni nanti akan menempuh ujian akhir sekolah bahasa yang telah dijalaninya selama dua tahun.
Sekolah bahasa Danish penting sekali bagi para pendatang untuk mendapatkan ijin tinggal tetap, pekerjaan, atau melanjutkan sekolah tinggi di Denmark. Walau kebanyakan orang Denmark mampu berbahasa Inggris dengan baik, mereka tetap memprioritaskan untuk selalu berbahasa Denmark kepada kita walaupun kita sendiri belum tentu mengerti bahasa mereka.
Oya, Nita juga meminjamkan beberapa buku bacaan yang dia gunakan di sekolah. "Semoga berguna ya buat kamu", katanya.
Tusind tak Nita :)