Translate

Showing posts with label hubungan bilateral Indonesia Denmark. Show all posts
Showing posts with label hubungan bilateral Indonesia Denmark. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Hubungan Bilateral Indonesia - Denmark

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Denmark mulai dijalin sejak tahun 1950. Walau pada tahun 1965 Kedutaan Besar Indonesia untuk Denmark sempat ditutup dan baru dibuka kembali pada tahun 1974, namun secara umum hubungan antara dua negara ini terjalin baik dan menunjukkan perkembangan secara positif.

Denmark secara hangat menerima perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia paska krisis 1998, dan melihat perkembangan demokrasi Indonesia sebagai suatu perkembangan baik dan memposisikan Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN yang teramat penting, terutama di peta dunia Islam.

Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Denmark dibangun berlandaskan Perjanjian Perdagangan yang ditandatangani di Kopenhagen 9 Desember 1952. Dari tahun ke tahun, nilai volume perdagangan antara dua negara ini terus berkembang. Pada tahun 2008, nilai perdagangan bilateral antara dua negara bernilai 273,47 juta US Dolar dengan surplus di pihak Indonesia bernilai 68,3 juta US Dolar. Pada tahun 2009, nilainya bertambah menjadi 285,47 juta US Dolar dengan surplus untuk Indonesia sebesar 133,8 juta US Dolar. Pada tahun 2010 nilainya meloncat lagi menjadi 348,5 juta US Dolar dengan surplus untuk Indonesia sebesar 11,82 juta US Dolar.

Ekspor Indonesia ke Denmark didominasi oleh produk sepatu, minyak goreng, produk-produk hutan, tembakau, dan baja. Sementara Indonesia mengimpor dari Denmark produk-produk farmasi, kimia, mesin, elektrik, daging, produk olahan susu, dan ikan.

Di sektor investasi sesuai data investasi asing dari Badan Koordinasi Pengembangan Modal (BKPM) tercatat pada tahun 2009 Denmark sebagai negara nomor 30 dalam urutan negara-negara investor terbesar di Indonesia dengan nilai 1,1 juta US Dolar untuk 2 proyek. Perusahaan.perusahaan berskala besar yang beroperasi di Indonesia termasuk diantaranya perusahaan pelayaran AP Møller/Mærsk Line dan ECCO perusahaan sepatu internasional.

Pemerintah Denmark berencana untuk menyiapkan bantuan pembangunan untuk Indonesia melalui Bank NORDEA Denmark dengan dukungan dari kementerian luar negeri Denmark dan Badan Bantuan Pembangunan Denmark- the Danish International Development Agency (Danida). Bantuan berupa pinjaman dari pemerintah Denmark itu digunakan untuk mendanai proyek Sistem Pelaporan Pelayaran dalam sistem navigasi pelayaran Indonesia termasuk kegiatan pelatihan, perawatan, dan suku cadang.

Beberapa proyek pembangunan yang masih terus berlangsung antara Indonesia dan Denmark antara lain kegiatan dukungan untuk program-program lingkungan hidup tahap 1 dan 2, dan juga program B to B sektor lingkungan hidup, Kebijakan Anti Korupsi Danida, penanggulangan terorisme dan program hak asasi manusia.

Disarikan dari berbagai sumber oleh Kristina Budiati.